Juli 17, 2024
Daerah

UIN Raden Fatah Gelar Seminar Internasional Islam Melayu

Palembang, Probuana.com – Univeritas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang gelar Seminar Internasional On Social, Humanities and Malay Islamic Civilization (ISSHMIC), dengan mengusung tema “ Study of Malay Islam During Covid-19 Pandemic: Opportunities and Challenges”. Seminar berlangsung secara luring dan daring ini diselenggarakan di Hotel Beston Palembang. Selasa, (9/11/2021).

Seminar ini menghadirkan 8 pembicara utama diantaranya Menteri Koordinaor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag, M.Si, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, Guru Besar bidang Antropologi dan Studi Agama dari Universtity of North Florida, Prof. Ronal A. Lukens-Bull, Ph.D, Accounting Research Institute UiTM Malaysia, Prof. Jamaliah Said, Dr. Azhar Ibrahim Bin Alwee dari  National University of Singapore, Prof. Deddy Mulyana, MA, Ph.D, dari Padjajaran University, dan , Prof. Dr. Irwan Abdullah dari Gadjah Mada University.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Fajri Ismail, M.Pd.I mengatakan, seminar internasional tersebut digelar dari tanggal 9-10 November, seminar ini bagian dari upaya mengumpulkan pengetahuan yang komprehensif meningkatkan pemahaman wacana inteletual Islam melayu guna dapat diaktualisasikan dalam masyarakat yang beragam,” ujar , Dr. Fajri Ismail.

Sementara itu, UIN Raden Fatah Prof. Dr. Nyayu Khodijah dalam kata sambutannya saat membuka acara menjelaskan seminar bagian dari UIN Raden Fatah untuk mengimplementasikan visi interansionalnya sebagai universitas yang memiliki kekhasan sebagai pusat pusat studi Peradaban Islam Melayu.

Lebih lanjut, Prof. Nyayu Khodijah mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak besar pada situasi baru dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan di masyarakat Melayu Islam. Oleh karena itu, UIN Raden Fatah Palembang mengajak seluruh peneliti baik yang berskala nasional maupun internasional untuk mempresentasikan ide, dan pemikirannya dalam menghadapi tantangan pandemi ini.

“Momentum seminar ISSHMIC ketujuh ini adalah bagian upaya mengubah kondisi epidemi menjadi kegiatan yang produktif dan bijaksana,” harap Prof. Nyayu Khodijah. (Jufrizal)

Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *