April 24, 2024
Ekbis

BI Belum Saatnya Ubah Kebijakan

Marketnews.id

Jakarta, Probuana.com – Bank Indonesia (BI) belum saatnya keluar dari kebijakan akomodatif yang tengah dilakukan saat ini yang bertujuan untuk menanggulangi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 meski tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah ada.

“Saat ini belum saatnya untuk exit policy, kita masih perlu berbagai kebijakan yang sifatnya unorthodox, monetary easing, kebijakan struktural untuk UMKM, pariwisata, bangga buatan Indonesia, gerakan nasional berwisata di domestik saja, dan seterusnya,” ujar Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di acara diskusi bertajuk Ekonomi Pulih Menuju Kebangkitan Nasional, Kamis (3/6).

Erwin menjelaskan BI belum bisa melakukan exit policy karena potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih berada di bawah potensinya. Memang, sambungnya, sejumlah indikator ekonomi sudah mulai pulih.

“Sekarang sudah naik, tapi masih di bawah potensi. Pertanyaannya, dalam siklus ini kita lagi di mana? Ya sekarang dia masih jauh dari potensi ekonomi itu, dengan kondisi itu, dia belum akan menyentuh ekonomi potensial, tapi belum ada risiko over heating, dengan demikian, policy-nya tidak buru-buru,” jelasnya.

Lebih jauh, menurut Erwin, BI juga tidak bisa tiba-tiba meninggalkan berbagai kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif kepada masyarakat karena kepercayaan pasar masih harus terus dijaga.

Sementara Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menilai kebijakan fiskal yang akomodatif masih perlu diberikan ke masyarakat, sehingga pemerintah belum bisa mengambil exit policy.

“Ke depan tentu kita masih butuh sampai ekonomi benar-benar pulih mengenai kerja sama dengan BI ini, tapi mungkin skemanya tidak seperti ini, jadi bukan burden sharing, tapi dukungan sektor moneter tetap dibutuhkan,” ujar Yustinus. (dja)

Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *