April 24, 2024
Humaniora

Kopi Puntang Terbaik dan Termahal Dunia

Kopi Puntang kopi arabika dari Jawa Barat. (FOTO : Humas Kementerian LHK)

Jakarta, Probuana.com – Anda penikmat kopi, pernah meminum kopi puntang asal Jawa Barat (Jabar)?

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menuliskan di laman facebook usai menyeruput kopi tersebut di tengah acara Festival PeSoNa Kopi Agroforestry 2022.

“Saya menikmati secangkir kopi Gunung Puntang, produksi petani Bandung, Jawa Barat saat membuka Festival PeSoNa Kopi Agroforestry 2022. Ini merupakan jenis rasa kopi terbaik dan termahal di dunia pada ketinggian 1.300 mdpl.”

Menurut Menteri LHK, Indonesia menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia, dan menjadi satu-satunya negara yang menerapkan kopi agroforestry. “Melalui agroforestry, kelestarian hutan terjaga dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat karena dapat memanfaatkan ruang kosong di antara tegakan hutan,” katanya pada pembukaan festival yang dihadiri Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat.

Festival PeSoNa Kopi Agroforestry 2022 yang berlangsung 25 – 27 Januari mengusung tagline “Petani, Kopi dan Konservasi”. Festival yang berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta menampilkan keberhasilan program perhutanan sosial yang telah berjalan selama enam tahun. Ada berbagai rangkaian kegiatan yang dapat diikuti masyarakat baik daring maupun luring.

Pada program perhutanan sosial pemerintah telah menargetkan 12,7 juta ha akses lahan perhutanan sosial untuk mengurangi kesenjangan dan memberikan keadilan kepada masyarakat sekitar atau di dalam kawasan hutan.

Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat.

“Saat ini 4,9 juta ha telah dibagikan ke masyarakat petani, dan telah terbentuk 8.154 KUPS atau Kelompok Usaha Perhutanan Sosial melibatkan 1,02 juta KK yang telah melakukan kegiatan usaha, salah satunya dengan berkebun kopi,” kata Siti Nurbaya.

Melalui Festival PeSoNa Kopi Agroforestry menurut Menteri LHK dapat mensosialisasikan dan memperluas jangkauan manfaat dari kegiatan hutan sosial di masa mendatang. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa merestui langkah kita bersama,” ujarnya.

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia berada pada peringkat ke-4. Besarnya potensi kopi di Indonesia maka terbukalah peluang pasar kopi sebagai kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk berwirausaha di bidang perkopian.

Kopi telah menjadi bagian penting sejak lama, dalam kehidupan dan pengembangan kesejahteraan kelompok masyarakat, khususnya smallholders agroforestry. Petani mengelola tanaman kopi sebagai underneath cover, sehingga secara sustainable tetap menjaga kelestarian hutan.

Menteri Siti Nurbaya mengharapkan melalui agroforestry, kelestarian hutan akan terjaga dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat karena dapat memanfaatkan ruang kosong di antara tegakan hutan. Salah satunya dengan pengembangan pola agroforestry kopi yang dapat memberikan nilai tambah antara lain cita rasa kopi yang khas sehingga memiliki nilai tinggi (coffe specialty) dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan antara lain menjaga konservasi tanah dan air, iklim mikro dan meningkatkan serapan karbon.

Sementara itu Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menanggapi pesatnya perkembangan kopi di Indonesia mengatakan, “Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan Indonesia. Apresiasi disampaikan kepada pelaku usaha yang telah membuktikan bahwa kopi bisa menjadi primadona bagi pertumbuhan dan kebangkitan ekonomi,”

Menurut Lestari di tengah pandemi Covid-19 dia melihat menjamurnya rumah-rumah kopi di seluruh pelosok wilayah, bahkan sampai di kota-kota kecil. “Ternyata kopi juga memberikan sarana untuk berkreativitas. Kopi juga menghasilkan bukan hanya nilai tambah, tapi yang lebih dari itu, kopi juga menjadi salah satu sarana yang membantu kita menyelesaikan permasalahan sosial termasuk permasalahan sosiologis yang dihadapi akibat pandemi,” ujarnya.

Lestari Moerdijat optimis, “Masih ada ruang yang cukup besar untuk kita kembangkan, untuk membangun industri kopi, untuk meningkatkan nilai ekonomi, dan tentu untuk melibatkan masyarakat agar mendapatkan manfaat dari kopi itu sendiri,” ujarnya. (maspril aries)

Follow Me:

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *